Selasa, 15 November 2011

Simulasi Promosi Penjualan terhadap Perilaku Membeli antara Universitas


Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh promosi penjualan pada perilaku membeli di kalangan mahasiswa. Secara khusus, Universitas Putra Malaysia (UPM) telah dipilih sebagai lokasi studi. Sebanyak 150 responden direkrut dengan menggunakan teknik sampling sistematik acak. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner diadministrasikan diri. Studi ini menemukan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara gender dan perilaku pembelian (t = 1,569, p> 0,05). Di sisi lain, ada perbedaan yang signifikan pendapatan bulanan keluarga dan perilaku pembelian (F = 2,597, p ≤ 0,05). Ada hubungan yang signifikan antara sikap terhadap diskon harga (r = 0,351, p ≤ 0,01), kupon (r = 0,392, p ≤ 0,01), sampel bebas (r = 0,491, p ≤ 0,01) dan "buy-satu-get-satu -bebas "(r = 0,456, p ≤ 0,01) dengan membeli perilaku. Hasil Regresi Berganda hirarkis menemukan bahwa sampel bebas dan membeli-satu-get-satu-bebas menjelaskan varians 28,7% dalam membeli perilaku responden. Temuan penelitian ini akan membantu pemasar untuk memahami jenis promosi yang secara signifikan mempengaruhi perilaku pembelian responden. Oleh karena itu, ini bisa membantu pemasar dalam perencanaan pemasaran mereka untuk menjadi lebih kompetitif dan laba keuntungan.

Kesimpulan

Promosi penjualan memainkan peran penting dalam program pemasaran pemasar dan pengecer. Sebagian besar penjualan pemasar 'yang dibuat pada promosi. Situasi ini tampaknya menjadi saat krisis keuangan dan penurunan ekonomi yang terjadi pada tahun 2008. Para pemasar lebih suka menggunakan berbagai alat promosi untuk konsumen menawarkan bujukan ekstra untuk membeli produk mereka daripada iklan di media klasik. Hal ini didukung oleh penelitian dari Cuizon (2009) yang menyatakan bahwa promosi penjualan tidak hanya efektif dalam mencapai penjualan jangka pendek karena mereka juga lebih efektif biaya dibandingkan dengan alat komunikasi pemasaran terpadu seperti iklan. Kesimpulannya, sikap konsumen terhadap alat promosi yang berbeda pada perilaku pembelian yang menguntungkan. Ini menunjukkan bahwa penjualan alat-alat promosi adalah suplementer atau pelengkap untuk bisnis yang ada sebagai strategi pemasaran tambahan. Penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku pembelian konsumen termotivasi oleh beberapa jenis faktor, termasuk sosial-demografi, alat-alat promosi seperti diskon harga, kupon, sampel bebas dan "buy-satu-get-satu-bebas". Selain itu, kerangka kerja ini memberikan wawasan baru ke dalam pemahaman tentang bagaimana siswa UPM menanggapi berbagai alat promosi yang ditawarkan oleh pemasar dan dampak pada perilaku pembelian mereka, yang mungkin penting bagi pemasar untuk memanfaatkan strategi pemasaran akurat untuk mempromosikan produk.

Minggu, 13 November 2011

METODE RISET minggu berikutnya

STRATEGI PEMASARAN KRIPIK SETAN MAICIH TERHADAP DAYA MINAT BELI MAHASISWA UNIVERSITAS GUNADARMA KELAS 3EA01 (lanjutan lagi)

BAB IV
ANALISA DAN HASIL PENELITIAN

Pada penelitian digunakan metode untuk menganalisa data primer yang telah diperoleh, yakni metode analisa deskriptif. Metode analisa deskriptif dalam penelitian ini merupakan uraian atau penjelasan dari hasil pengumpulan data primer yang berupa kuesioner yang telah diperoleh dari responden penelitian.
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Dari kuesioner tersebut diperoleh gambaran umum mengenai karateristik responden. Karateristik tersebut meliputi jenis kelamin.
Berdasarkan data-data pada kuesioner yang telah disebar oleh peneliti kepada 42 orang responden, diperoleh data mengenai jenis kelamin responden penelitian. Berdasarkan penelitian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa dalam penelitian ini jumlah responden perempuan lebih banyak yakni 30 responden atau 0,71% jika dibandingkan dengan responden laki-laki yaitu sebanyak 12 orang yaitu 0,28%.
Penolakan Ho akan mengakibatkan suatu hipotesis alternative (Ha) yang dapat berupa µ > µ0 , µ < µ , µ< > µ0. Dengan syarat distribusi Normal n > = 30

BAB V
SARAN DAN KESIMPULAN

Berdasarkan penelitian diatas, maka peneliti menarik kesimpulan atas penelitan yang telah dilakukan kepada mahasiswa Universitas Gunadarma kelas 3EA01 semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca dan semua pihak yang berkepentingan dalam meningkatkan upaya persepsi strategi pemasaran kripik setan Maicih di masa yang akan datang.
Dari hasil hipotesis sementara yang didapat oleh peneliti, dapat disimpulkan bahwa media jejaring sosial berpengaruh signifikan yang positif dalam meningkatkan strategi pemasaran kripik setan Maicih di kalangan konsumen.

sumber :
http://dwiketephyte.wordpress.com/category/my-universitas-gunadarma/metode-riset/

Minggu, 23 Oktober 2011

METODE RISET minggu ke 5

STRATEGI PEMASARAN KRIPIK SETAN MAICIH TERHADAP DAYA MINAT BELI MAHASISWA UNIVERSITAS GUNADARMA KELAS 3EA01 (masih lanjutan)


BAB III
METODOLOGI PENELITIAN


Model Penelitian :
Model penelitian yang dipakai untuk analisis ini mengunakan model statistika untuk menyatakan hubungan antara kedua variabel tersebut. Model yang dipakai adalah Distribusi Normal.

Data dan Variabel :
Data yang digunakan untuk penelitian adalah data primer yaitu data yang berasal langsung dari objek penelitian. Berupa kuisioner yang diberikan secara langsung kepada responden untuk memperoleh informasi tentang daya minat beli mahasiswa Universitas Gunadarma kelas 3EA01 terhadap produk kripik setan Maicih. Dengan jenis data yang digunakan yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif adalah data penelitian yang bukan angka yang sifatnya tidak dapat dihitung berupa informasi atau penjelasan yang didasarkan pada pendekatan teoritis dan penilaian logis. Data kuantitatif yaitu data yang berbrntuk angka yang sifatnya dapat dihitung dan diukur.

Alat analisis :
Pengolahan dan analisis data hasil dari kuisioner dilakukan melalui uji hipotesis untuk melihat apakah pernyataan-pernyataan tersebut benar atau salah.

Populasi dan Sampel :
Sampel yang digunakan oleh peneliti sebanyak 42 responden.


sumber :
http://parisswisslondon.blogspot.com/
http://paul02583.files.wordpress.com/2008/05/man05070105.pdf

Minggu, 16 Oktober 2011

METODE RISET minggu 4

STRATEGI PEMASARAN KRIPIK SETAN MAICIH TERHADAP DAYA MINAT BELI MAHASISWA UNIVERSITAS GUNADARMA KELAS 3EA01 (lanjutan)

BAB II

Landasan Teori :
Pemasaran adalah proses penyusunan komunikasi terpadu yang bertujuan untuk memberikan informasi mengenai barang atau jasa dalam kaitannya dengan memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia. Pemasaran dimulai dengan pemenuhan kebutuhan manusia yang kemudian bertumbuh menjadi keinginan manusia.
Strategi pemasaran pada dasarnya adalah rencana yang menyeluruh, terpadu dan menyatu dibidang pemasaran, yang memberikan panduan tentang kegiatan yang akan dijalankan untuk dapat tercapainya tujuan pemasaran suatu perusahaan. Strategi pemasaran merupakan serangkaian tujuan dan sasaran, kebijakan perusahaan dan aturan yang bisa memeberikan arah kepada usaha-usaha pemasaran perusahaan dari waktu ke waktu. Oleh kerana itu strategi pemasaran sangat dibutuhkan dalam dunia perusahaan untuk keberhasilan usahanya.
Strategi pemasaran menurut Phillip Kotler adalah suatu pendekatan pokok yang akan digunakan oleh unit bisnis dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan terlebih dahulu yang mana di dalamnya tercantum keputusan-keputusan pokok mengenai target pasar, penempatan produk di pasar, bauran pemasaran dan tingkat biaya pemasaran yang diperlukan

Hipotesis :
Faktor- faktor yang mempengaruhi daya minat beli terhadap produk kripik setan Maicih pada mahasiswa Universitas Gunadarma kelas 3EA01 :
- Rasa kripik setan yang unik
- Harga yang relatif terjangkau untuk semua kalangan
- Kemasan yang menarik
- Strategi pemasaran melalui media jejaring sosial

Dengan hipotesis penelitian ini, yaitu :
H0 : adanya pengaruh faktor- faktor terhadap daya minat beli mahasiswa Universitas Gunadarma kelas 3EA01
Ha : tidak adanya pengaruh faktor-faktor terhadap daya minat beli mahasiswa Universitas Gunadarma kelas 3EA01

Pengembangan hipotesis :
Faktor-faktor yang menjadi pengaruh naiknya daya minat beli mahasiswa 3EA01 untuk membeli dan mengkonsumsi kripik setan Maicih ini, karena mereka merasa bahwa kripik setan tersebut sangat nikmat dan cocok sebagai camilan terlebih bagi yang tidak ingin gemuk dan dengan harga yang terjangkau


Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Pemasaran
http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2173380-pengertian-strategi-pemasaran/#ixzz1b0AScO9D

Jumat, 07 Oktober 2011

PERILAKU KONSUMEN

PERILAKU KONSUMEN

BAB I
PENDAHULUAN
Perilaku konsumen adalah perilaku yang konsumen tunjukkan dalam mencari, menukar, menggunakan, menilai, mengatur barang atau jasa yang mereka anggap akan memuaskan kebutuhan mereka. Definisi lainnya adalah bagaimana konsumen mau mengeluarkan sumber dananya yang terbatas seperti uang, waktu, tenaga untuk mendapatkan barang atau jasa yang diinginkan.
Terkait dengan perilaku konsumen, maka terkait pula dengan prinsip 5W + 1H :
Why     : mengapa mendapatkan barang atau jasa tersebut ?
What    : berupa apa barang atau jasa tersebut ?
Who     : siapa yang mendapatkan barang atau jasa itu ?
When     : kapan bisa didapatkan barang atau jasa tersebut ?
Where    : dimana barang atau jasa tersebut bisa didapatkan ?
How    : bagaimana barang atau jasa tersebut didapatkan ?
Tiga Faktor yang Mempengaruhi Pilihan Konsumen
1. Konsumen Individu
   Pilihan merek dipengaruhi oleh :
   a. Kebutuhan konsumen
   b. Persepsi atas karakteristik merek
   c. Sikap kearah pilihan
   Sebagai tambahan, pilihan merek dipengaruhi oleh demografi konsumen, gaya hidup, dan karakteristik personalia.
2. Pengaruh Lingkungan
   Lingkungan pembelian konsumen ditunjukkan oleh :
   a. Budaya (Norma kemasyarakatan, pengaruh kedaerahan atau kesukuan)
   b. Kelas sosial (keluasan grup sosial ekonomi atas harta milik konsumen)
   c. Grup tata muka (teman, anggota keluarga, dan grup referensi)
   d. Faktor menentukan yang situasional ( situasi dimana produk dibeli seperti keluarga yang menggunakan mobil dan kalangan usaha).
3. Marketing strategy
   Merupakan variabel dimana pemasar mengendalikan usahanya dalam memberitahu dan mempengaruhi konsumen. Variabel-variabelnya adalah :
   a. Barang
   b. Harga
   c. Periklanan
   d. Distribusi yang mendorong konsumen dalam proses pengambilan keputusan. Pemasar harus mengumpulkan informasi dari konsumen untuk evaluasi kesempatan utama pemasaran dalam pengembangan pemasaran.

BAB II
ISI
Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Untuk barang berharga jual rendah (low-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan yang matang.
Konsumen adalah seseorang yang memiliki pendapat(uang) yang dipergunakan untuk membeli barang kebutuhan. sedangkan perilaku konsumen adalah tindakan-tindakan, proses, dan hubungan sosial yang dilakukan seseorang individu atau kelompok dan organisasi dalam mendapatkan atau mengunakan produk. terdapat dua teori pendekatan perilaku konsumen yaitu pendekatan kardinal dan pendekatan ordinal. Dari diskusi kemarin saya dapat menyimpulkan bahawa sebelum kita ingin memjual barang ke pasaran kita juga harus berfikir sekarang itu apa yang sedang di butuhkan oleh masyarakat? dan kita harus berfikir kesana agar barang yang kita jual di pasar laku banyak.
Terdapat tiga pendekatan utama dalam meneliti perilaku konsumen. Pendekatan pertama adalah pendekatan interpretif. Pendekatan ini menggali secara mendalam perilaku konsumsi dan hal yang mendasarinya. Studi dilakukan dengan melalui wawancara panjang dan focus group discussion untuk memahami apa makna sebuah produk dan jasa bagi konsumen dan apa yang dirasakan dan dialami konsumen ketika membeli dan menggunakannya. Pendekatan kedua adalah pendekatan tradisional yang didasari pada teori dan metode dari ilmu psikologi kognitif, sosial, dan behaviorial serta dari ilmu sosiologi. Pendekatan ini bertujuan mengembangkan teori dan metode untuk menjelaskan perliku dan pembuatan keputusan konsumen. Studi dilakukan melalui eksperimen dan survey untuk menguji coba teori dan mencari pemahaman tentang bagaimana seorang konsumen memproses informasi, membuat keputusan, serta pengaruh lingkungan sosial terhadap perilaku konsumen. Pendekatan ketiga disebut sebagai sains marketing yang didasari pada teori dan metode dari ilmu ekonomi dan statistika. Pendekatan ini dilakukan dengan mengembangkan dan menguji coba model matematika berdasarkan hirarki kebutuhan manusia menurut Abraham Maslow untuk memprediksi pengaruh strategi marketing terhadap pilihan dan pola konsumsi, yang dikenal dengan sebutan moving rate analysis. Ketiga pendekatan sama-sama memiliki nilai dan tinggi dan memberikan pemahaman atas perilaku konsumen dan strategi marketing dari sudut pandang dan tingkatan analisis yang berbeda. Sebuah perusahaan dapat saja menggunakan salah satu atau seluruh pendekatan, tergantung permasalahan yang dihadapi perusahaan tersebut

BAB III
PENUTUP
Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan. Jika tujuan pembelian produk tersebut untuk dijual kembali, maka dia disebut pengecer atau distributor. Pada masa sekarang ini bukan suatu rahasia lagi bahwa sebenarnya konsumen adalah raja sebenarnya, oleh karena itu produsen yang memiliki prinsip holistic marketing sudah seharusnya memperhatikan semua yang menjadi hak-hak konsumen
Perilaku Konsumen adalah perilaku yang konsumen tunjukkan dalam mencari, menukar, menggunakan, menilai, mengatur barang atau jasa yang mereka anggap akan memuaskan kebutuhan mereka.

sumber:
http://library.usu.ac.id/download/fe/manajemen-hamidah.pdf
http://id.wikipedia.org/wiki/Perilaku_konsumen
http://lianvalianty.ngeblogs.com/artikel-perilaku-konsumen/
http://endutendut.blogspot.com/2011/03/perilaku-konsumen.html
http://azenismail.wordpress.com/2011/04/10/perilaku-konsumen/
http://broncu.blogspot.com/2010/05/perilaku-konsumen.html

METODE RISET minggu ke 3

STRATEGI PEMASARAN KRIPIK SETAN MAICIH TERHADAP DAYA MINAT BELI MAHASISWA UNIVERSITAS GUNADARMA KELAS 3EA01

Penulis : Wiyana Nurulita

Oktober 2011

BAB I

Latar Belakang :
Kripik singkong merupakan cemilan kegemaran penduduk di Indonesia. Mungkin semua orang sudah pernah merasakan nikmatnya rasa dari kripik singkong. Kripik singkong ada berbagai macam rasa. Ada yang rasa manis, asin, bahkan sampai yang pedas. Kripik singkong rasa pedas mempunyai nama lain yaitu kripik setan. Bagi pecinta rasa pedas, mungkin kripik setan yang beredar di pasaran masih belum memuaskan para pecinta rasa pedas. Hal ini rupanya mulai dilirik oleh seorang pengusaha muda bernama Reza Nurhilman untuk menjadikan kripik setan sebagai jajanan yang diminati oleh seluruh kalangan. Produk kripik setan itu bernama Maicih. Pengusaha membuat produk kripik setannya ini semenarik mungkin. Pertama, dengan ciri khas tingkat kepedasan yang berbeda. Mulai dari level 3, level 5, dan level 10. Kemudian, kripik setan Maicih ini juga memiliki kemasan yang menarik. Tidak seperti kemasan-kemasan yang biasanya. Sampai dengan cara pemasarannya melalui media jejaring sosial. Sehingga kripik setan Maicih saat ini bisa disebut sebagai brand image nya kripik setan.

Masalah :
Adakah daya minat mahasiswa Universitas Gunadarma kelas 3EA01 dalam membeli Maicih?
Seberapa besarkah pengaruh strategi pemasaran melalui media jejaring sosial?

Tujuan Penelitian :
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana cara pemasaran yang baik dalam jejaring sosial. Dan apakah konsumen tertarik untuk membeli produk tersebut.

sumber :

http://ilerning.com/index.php?option=com_content&view=article&id=473:sukses-dengan-berbisnis-maicih&catid=46:perencanaan-bisnis&Itemid=69