Kamis, 29 November 2012

Konsep Etika Bisnis

Konsep etika bisnis tercermin pada corporate culture (budaya perusahaan).
Menurut Kotler (1997) budaya perusahaan merupakan karakter suatu perusahaan yang mencakup pengalaman, cerita, kepercayaan dan norma bersama yang dianut oleh jajaran perusahaan. Hal ini dapat dilihat dari cara karyawannya berpakaian, berbicara, melayani  tamu dan pengaturan kantor.
Suatu perusahaan akan memiliki hak hidup apabila perusahaan tersebut memiliki pasar, dan dikelola oleh orang-orang yang ahli dan menyenangi pekerjaannya. Agar perusahaan tersebut mampu melangsungkan hidupnya, ia dihadapkan pada masalah:
  1. intern, misalnya masalah perburuhan
  2. Ekstern, misalnya konsumen dan persaingan
  3. Lingkungan, misalnya gangguan keamanan
Pada dasarnya ada 3 hal yang dapat membantu perusahaan mengatasi masalah di atas yaitu:
  1. Perusahaan tersebut harus dapat menemukan sesuatu yang baru.
  2. Mampu menemukan yang terbaik dan berbeda
  3. Tidak lebih jelek dari yang lain
Untuk mewujudkan hal tersebut perlu memiliki nilai-nilai yang tercermin pada:
-          Visi
-          Misi
-          Tujuan
-          Budaya organisasi :
Pada budaya organisasi terdapat unsur
1.      Memecahkan masalah baik internal maupun eksternal organisasi
2.      Budaya tersebut dapat ditafsirkan secara mendalam
3.      Mempunyai persepsi yang sama
4.      Pemikiran yang sama
5.      Perasaan yang sama
Fungsi dan Manfaat Budaya Perusahaan
  1. Fungsi
menentukan maksud dan tujuan organisasi dengan fungsi tersebut organisasi akan mengikat anggotanya.
2.   Manfaat
            a. mampu memecahkan masalah intern
            b. mampu memecahkan masalah ekstern
            c. mampu memiliki daya saing
            d. mampu hidup jangka panjang
Kunci Membangun Budaya Perusahaan
  1. Memahami proses terbentuknya budaya perusahaan
            1. Alamiah
            2. Konseptual
            sumber budaya perusahaan adalah
            a. karakteristik pemimpin
            b. jenis pekerjaan
            c. cara memecahkan masalah
 II.       Memahami faktor-faktor yang mempengaruhi budaya perusahaan.
            a. Nilai
            b. Ideologi
            c. Norma
III.      Langkah-langkah membangun budaya perusahaan:
            1. menemukan masalah dalam organisasi
            2. menemukan opini yang berkembang
            3. menganalisis opini dari:
                        - lingkup
                        - pemunculan
                        - kompetensi
                        - mutu
                        - kadar
4. Menentukan strategi
            5. Membuat program
            6. Merumuskan pesan yang dapat mengubah
                        - opini negatif menjadi positif
                        - opini positif menjadi lebih positif
            7. menciptakan opini baru yang positif  tercermin pada:
                        (1) individul image
                        (2) unit image
                        (3)coorporate
IV.       Budaya perusahaan dapat dibagi menjadi:
a.       Pertama : Produk
b.      Kedua    : Organisasi
                        - Perhatian pada karyawan (suasana, keejahteraan)
                        - Perhatian pada tata kerja
                        - Menyangkut pada sistem dan prosedur aturan-aturan  kerja
                        - Perhatian pada sarana/peralatan
Penerapan Etika pada Organisasi Perusahaan
Dapatkan pengertian moral seperti tanggung jawab, perbuatan yang salah dan kewajiban diterapkan terhadap kelompok seperti perusahaan, ataukah pada orang (individu) sebagai perilaku moral yang nyata? Ada dua pandangan yang muncul atas masalah ini :
  • Ekstrem pertama, adalah pandangan yang berpendapat bahwa, karena aturan yang mengikat, organisasi memperbolehkan kita untuk mengatakan bahwa perusahaan bertindak seperti individu dan memiliki tujuan yang disengaja atas apa yang mereka lakukan, kita dapat mengatakan mereka bertanggung jawab secara moral untuk tindakan mereka dan bahwa tindakan mereka adalah bermoral atau tidak bermoral dalam pengertian yang sama yang dilakukan manusia.
  • Ekstrem kedua, adalah pandangan filsuf yang berpendirian bahwa tidak masuk akal berpikir bahwa organisasi bisnis secara moral bertanggung jawab karena ia gagal mengikuti standar moral atau mengatakan bahwa organisasi memiliki kewajiban moral. Organisasi bisnis sama seperti mesin yang anggotanya harus secara membabi buta mentaati peraturan formal yang tidak ada kaitannya dengan moralitas. Akibatnya, lebih tidak masuk akal untuk menganggap organisasi bertanggung jawab secara moral karena ia gagal mengikuti standar moral daripada mengkritik organisasi seperti mesin yang gagal bertindak secara moral.
Etika Bisnis dan Perbedaan Budaya
Relativisme etis adalah teori bahwa karena masyarakat yang berbeda memiliki keyakinan etis yang berbeda. Apakah tindakan secara moral benar atau salah, tergantung kepada pandangan masyarakat itu. Dengan kata lain, relativisme moral adalah pandangan bahwa tidak ada standar etis yang secara absolute benar dan yang diterapkan atau harus diterapkan terhadap perusahaan atau orang dari semua masyarakat. Dalam penalaran moral seseorang, dia harus selalu mengikuti standar moral yang berlaku dalam masyarakat manapun dimana dia berada. Pandangan lain dari kritikus relativisme etis yang berpendapat, bahwa ada standar moral tertentu yang harus diterima oleh anggota masyarakat manapun jika masyarakat itu akan terus berlangsung dan jika anggotanya ingin berinteraksi secara efektif. Relativisme etis mengingatkan kita bahwa masyarakat yang berbeda memiliki keyakinan moral yang berbeda, dan kita hendaknya tidak secara sederhana mengabaikan keyakinan moral kebudayaan lain ketika mereka tidak sesuai dengan standar moral kita.
Sumber :
http://www.anneahira.com/artikel-umum/etika-bisnis.html
http://noviavia21.blogspot.com/

CSR (Corporate Sosial Responsibility)

  •   Pengertian CSR
  Kotler dan Nancy (2005) Corporate Social Responsibility (CSR) didefinisikan sebagai komitmen perusahaan untuk meningkatkan kesejahteraan komunitas melalui praktik bisnis yang baik dan mengkontribusikan sebagian sumber daya perusahaan
Menurut CSR Forum (Wibisono, 2007) Corporate Social Responsibility (CSR) didefinisikan sebagai bisnis yang dilakukan secara transparan dan terbuka serta berdasarkan pada nilai-nilai moral dan menjunjung tinggi rasa hormat kepada karyawan, komunitas dan lingkungan.

  • Berikut adalah contoh perusahaan yang melakukan program CSR :
  Sebagai bentuk komitmen Indosat dalam meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat, Indosat telah melaksanakan berbagai progam yang diharapkan dapat meningkatkan kehidupan masyarakat Indonesia untuk menjadi lebih baik.

  Corporate Social Responsibility yang dilakukan tidak terbatas hanya pada pengembangan dan peningkatan kualitas masyarakat pada umumnya, namun juga menyangkut tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance). Kepedulian terhadap pelanggan, pengembangan Sumber Daya Manusia, mengembangkan Green Environment serta memberikan dukungan dalam pengembangan komunitas dan lingkungan sosial. Setiap fungsi yang ada, saling melengkapi demi tercapainya CSR yang mampu memenuhi tujuan Indosat dalam menerapkan ISO 26000 di perusahaan.

Penerapan CSR Indosat mencakup 5 inisiatif, yang dilakukan secara berkesinambungan yaitu:

1. Organizational Governance
Penerapan tata kelola Perusahaan terbaik termasuk mematuhi regulasi dan ketentuan yang berlaku, berlandaskan 5 prinsip: transparansi, akuntabilitas, pertanggungjawaban, interpendensi dan kesetaraan.

2. Consumer Issues
Menyediakan dan mengembangkan produk dan jasa telekomunikasi yang memberikan manfaat luas bagi pemakainya, layanan yang transparan dan terpercaya.

3.Labor Practices
Mengembangkan hubungan yang saling menguntungkan antara Perusahaan dan karyawan serta pengembangan sistem, organisasi dan fasilitas pendukung sehingga memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi Perusahaan.

4. Environment
Mengembangkan budaya Peduli lingkungan termasuk upaya-upaya nyata untuk mengurangi penggunaan emisi karbon dalam kegiatan perusahaan.

5. Community Involvement
Ikut mengembangkan kualitas hidup komunitas dalam hal kualitas pendidikan sekolah dan olahraga, kualitas kesehatan, serta ikut serta dalam mendukung kegiatan sosial komunitas termasuk bantuan saat bencana/musibah.

CSR Goal Indosat
Bertumbuh, mematuhi ketentuan dan regulasi yang berlaku serta Peduli kepada masyarakat.

Program CSR di tahun 2008 memiliki tema khusus “Indosat Cinta Indonesia”, yang kemudian pada tahun 2009, tema CSR Indosat berkembang menjadi “Satukan Cinta Negeri” sebagai bentuk refleksi komitmen dan tanggungjawab Indosat sebagai perusahaan di Indonesia yang Peduli atas kesejahteraan masyarakat dan lingkungan, serta upayanya untuk senantiasa berkarya, memberikan manfaat, serta mengajak peran serta seluruh stakeholder untuk mewujudkan bangsa Indonesia yang lebih baik, yang merupakan terjemahan  dari keinginan   masyarakat pada umumnya untuk terlibat secara aktif dalam berbagai program sosial Indosat.

Program Indosat “Satukan Cinta Negeri” diterapkan melalui berbagai aktifitas antara lain adalah:



Program yang telah dilakukan akan terus berjalan dan ditingkatkan kualitasnya. Seluruh program CSR yang dilaksanakan oleh Indosat akan terus dievaluasi secara berkala agar betul-betul dapat memberikan manfaat kepada masyarakat dan Bangsa Indonesia sesuai CSR Goal Indosat.

Betapapun besarnya masalah yang dihadapi dunia pendidikan, kesehatan, lingkungan serta permasalahan yang dihadapi masyarakat Indonesia pada umumnya, maka setiap langkah nyata yang dilakukan oleh Indosat merupakan tahapan yang berarti untuk menuju masa depan yang lebih baik.

 sumber :
 http://gwadamakbar.wordpress.com/2012/01/24/pengertian-corporate-social-responsibility-csr/
 http://www.indosat.com/corporate_responsibility

Senin, 15 Oktober 2012

CONTOH BISNIS YANG TIDAK BERETIKA

Sindikat pemalsuan STNK diringkus polisi
Pelaku sudah satu tahun menjalankan aksinya membuat jasa perpanjangan STNK dan membuat BPKB mobil dan motor,"
akarta (ANTARA News) - Sindikat pemalsuan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) di Pasar Rebo Jakarta Timur berhasil diringkus Polres Metro Jakarta Timur.

Dari hasil penyidikan polisi berhasil menangkap empat orang pelaku dengan tersangka utama Dedi Setyadi (35). Sementara tiga tersangka lainnya yang ditangkap bernama Syamsuri (45) sebagai perantara jasa STNK palsu, Dani Supriatna (34) dan Hasan (34) pemesan dari jasa STNK palsu.

Kepala Bagian Humas Polres Metro Jakarta Timur, Kompol Didik Haryadi, Sabtu, mengatakan pengungkapan kasus tersebut bermula saat petugas menangkap Dedi Setiadi (35), warga Pasar Rebo, Jakarta Timur. Ia ditangkap di kontrakannya pada Rabu lalu (30/5).

"Pelaku sudah satu tahun menjalankan aksinya membuat jasa perpanjangan STNK dan membuat BPKB mobil dan motor," kata Kompol Didik Haryadi. di Jakarta.

"Saat tertangkap, ditemukan barang bukti berupa seperangkat komputer untuk mencetak STNK, lembaran pajak, BPKB palsu dan beberapa buah stempel," kata Didik Haryadi.

Petugas pun melakukan pengembangan ke tersangka lainnya. Hasilnya, petugas kembali menangkap pengguna atau pemakai STNK palsu, yaitu Dani Supriatna menggunakan STNK palsu untuk dua unit mobil Suzuki Swift dan Syamsuri, menggunakan STNK palsu untuk jenis Honda Freed, Mitsubishi L300 dan Daihatsu Feroza.

"Kami juga menangkap Hasan. Dia itu perantara dari Dedi Setyadi ke para pemesannya," ujarnya.

Dua tersangka ini ketahuan karena mencoba memesan STNK palsu untuk mobilnya melalui perantara bernama Samsuri,` kata Didik.

Dari pengakuan pelaku Dedi Setyadi, mengakui dirinya baru menjalankan bisnis ini baru satu tahun.

Dedi mengaku dirinya belajar sendiri memalsukan surat-surat sejak September 2010 lalu dan mulai melakukan aksinya sekitar Maret 2011. Bahan-bahannya pun bisa didapatkan dengan mudah di sejumlah toko kertas.

"Bahan dasarnya saya cari di toko kertas bekas. Biasanya di daerah Jatinegara, kalau nggak ada bisa dicari ke tempat lain. Dicari yang jenis dan beratnya sama. Kalau ada yang mesan saya jual Rp1 juta untuk STNK mobil dan Rp600 ribu untuk STNK motor," ujarnya.

Dari tangan pelaku polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 180 lembar STNK ,120 STNK pajak mobil dan motor, dua buah BPKB, dan 10 stempel yang beruliskan Ditlantas Polda Metrojaya.

Keempat tersangka tersebut, kini ditahan di Polrestro Jakarta Timur. Mereka dikenakan Pasal 263 KUHP tentang Pemalsuan Surat-Surat Kendaraan Bermotor dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.(ANT-009/Z003)


Sabtu, 13 Oktober 2012

Teori Etika Bisnis

Teori Etika Bisnis
a. Etika Teleologi
Berasal dari kata Yunani, telos = tujuan,
Mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu.
Dua aliran etika teleologi :
- Egoisme Etis
- Utilitarianisme
* Egoisme Etis
Inti pandangan egoisme adalah bahwa tindakan dari setiap orang pada dasarnya bertujuan untuk mengejar pribadi dan memajukan dirinya sendiri.
Satu-satunya tujuan tindakan moral setiap orang adalah mengejar kepentingan pribadi dan memajukan dirinya.
Egoisme ini baru menjadi persoalan serius ketika ia cenderung menjadi hedonistis, yaitu ketika kebahagiaan dan kepentingan pribadi diterjemahkan semata-mata sebagai kenikmatan fisik yg bersifat vulgar.
* Utilitarianisme
Berasal dari bahasa latin utilis yang berarti “bermanfaat”.
Menurut teori ini suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, tapi manfaat itu harus menyangkut bukan saja satu dua orang melainkan masyarakat sebagai keseluruhan.
Dalam rangka pemikiran utilitarianisme, kriteria untuk menentukan baik buruknya suatu perbuatan adalah “the greatest happiness of the greatest number”, kebahagiaan terbesar dari jumlah orang yang terbesar.
Utilitarianisme , teori ini cocok sekali dengan pemikiran ekonomis, karena cukup dekat dengan Cost-Benefit Analysis. Manfaat yang dimaksudkan utilitarianisme bisa dihitung sama seperti kita menghitung untung dan rugi atau kredit dan debet dalam konteks bisnis
Utilitarianisme, dibedakan menjadi dua macam :
a. Utilitarianisme Perbuatan (Act Utilitarianism)
b. Utilitarianisme Aturan (Rule Utilitarianism)
Prinsip dasar utilitarianisme (manfaat terbesar bagi jumlah orang terbesar) diterpakan pada perbuatan.
Utilitarianisme aturan membatasi diri pada justifikasi aturan-aturan moral.
b. Deontologi
Istilah deontologi berasal dari kata Yunani ‘deon’ yang berarti kewajiban.
‘Mengapa perbuatan ini baik dan perbuatan itu harus ditolak sebagai buruk’, deontologi menjawab : ‘karena perbuatan pertama menjadi kewajiban kita dan karena perbuatan kedua dilarang’.
Yang menjadi dasar baik buruknya perbuatan adalah kewajiban.
Pendekatan deontologi sudah diterima dalam konteks agama, sekarang merupakan juga salah satu teori etika yang terpenting
Ada tiga prinsip yg harus dipenuhi :
(1) Supaya tindakan punya nilai moral, tindakan ini harus dijalankan berdasarkan kewajiban
(2) Nilai moral dari tindakan ini tidak tergantung pada tercapainya tujuan dari tindakan itu melainkan tergantung pada kemauan baik yang mendorong seseorang untuk melakukan tindakan itu, berarti kalaupun tujuan tidak tercapai, tindakan itu sudah dinilai baik
(3) Sebagai konsekuensi dari kedua prinsip ini, kewajiban adalah hal yang niscaya dari tindakan yang dilakukan berdasarkan sikap hormat pada hukum moral universal
Bagi Kant, Hukum Moral ini dianggapnya sbg perintah tak bersyarat (imperatif kategoris), yg berarti hukum moral ini berlaku bagi semua orang pada segala situasi dan tempat.
Perintah Bersyarat adalah perintah yg dilaksanakan kalau orang menghendaki akibatnya, atau kalau akibat dari tindakan itu mrpk hal yg diinginkan dan dikehendaki oleh orang tsb.
Perintah Tak Bersyarat adalah perintah yg dilaksanakan begitu saja tanpa syarat apapun, yaitu tanpa mengharapkan akibatnya, atau tanpa mempedulikan apakah akibatnya tercapai dan berguna bagi orang tsb atau tidak.
c. Teori Hak
Dalam pemikiran moral dewasa ini barangkali teori hak ini adalah pendekatan yang paling banyak dipakai untuk mengevaluasi baik buruknya suatu perbuatan atau perilaku. Teori Hak merupakan suatu aspek dari teori deontologi, karena berkaitan dengan kewajiban. Hak dan kewajiban bagaikan dua sisi uang logam yang sama.
Hak didasarkan atas martabat manusia dan martabat semua manusia itu sama. Karena itu hak sangat cocok dengan suasana pemikiran demokratis.
.
d. Teori Keutamaan (Virtue)
Memandang sikap atau akhlak seseorang.
Tidak ditanyakan apakah suatu perbuatan tertentu adil, atau jujur, atau murah hati dan sebagainya. Keutamaan bisa didefinisikan sebagai berikut : disposisi watak yang telah diperoleh seseorang dan memungkinkan dia untuk bertingkah laku baik secara moral.
Contoh keutamaan :
a. Kebijaksanaan
b. Keadilan
c. Suka bekerja keras
d. Hidup yang baik
Keutamaan yang harus menandai pebisnis perorangan bisa disebut : kejujuran, fairness, kepercayaan dan keuletan. Keempat keutamaan ini berkaitan erat satu sama lain dan kadang-kadang malah ada tumpang tindih di antaranya.
Fairness : kesediaan untuk memberikan apa yang wajar kepada semua orang dan dengan wajar dimaksudkan apa yang bisa disetujui oleh semua pihak yang terlibat dalam suatu transaksi.
Keutamaan-keutamaan yang dimilliki manajer dan karyawan sejauh mereka mewakili perusahaan, adalah : Keramahan, Loyalitas, Kehormatan dan Rasa malu.
Keramahan merupakan inti kehidupan bisnis, keramahan itu hakiki untuk setiap hubungan antar manusia, hubungan bisnis tidak terkecuali.
Loyalitas berarti bahwa karyawan tidak bekerja semata-mata untuk mendapat gaji, tetapi mempunyai juga komitmen yang tulus dengan perusahaan.
Kehormatan adalah keutamaan yang membuat karyawan menjadi peka terhadap suka dan duka serta sukses dan kegagalan perusahaan.
Rasa malu membuat karyawan solider dengan kesalahan perusahaan.

 http://purwokosurianto.wordpress.com/2012/01/24/teori-etika-bisnis/

Macam-macam Etika Bisnis

MACAM – MACAM ETIKA BISNIS
Ada dua macam etika yang harus kita pahami bersama dalam menentukan baik dan buruknya perilaku manusia, yaitu:
1.      ETIKA DESKRIPTIF, yaitu etika yang berusaha meneropong secara kritis dan rasional sikap dan prilaku manusia dan apa yang dikerjar oleh manusia dalam hidup ini sebagai suatu yang bernilai. Etika deskriptif memberikan fakta sebagai dasar untuk mengambil keputusan tentang perilaku/sikap yang akan diambil.
2.      ETIKA NORMATIF, yaitu etika yang berusaha menetapkan berbagai sikap dan pola prilaku ideal yang seharusnya dimiliki oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika normatif memberi penilaian sekaligus memberi norma sebagai dasar dan kerangka tindakan yang akan diputuskan.
Secara umum Etika  dapat dibagi menjadi:
1.        Etika Umum berbicara mengenai norma dan nilai moral, kondisi-kondisi dasar bagi manusia untuk bertindak secara etis,bagaimana manusia mengambil keputusan etis, teori-teori etika, lembaga-lembaga normatif dan semacamnya.
2.        Etika Khusus adalah penerapan prinsip-prinsip atau norma-norma moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus. Penerapan ini bisa berwujud: Bagaimana saya menilai perilaku saya dan orang lain dalam bidang kegiatan dan kehidupan khusus yang dilatarbelakangi oleh kondisi yang memungkinkan manusia bertindak etis: cara bagaimana manusia mengambil suatu keputusan/tindakan, dan teori serta prinsip moral dasar yang ada akibatnya.
Etika Khusus dibagi lagi menjadi 3:
A.    Etika Individual lebih menyangkut kewajiban dan sikap manusia terhadap dirinya sendiri.
B.    Etika Sosial berbicara mengenai kewajiban dan hak, sikap dan pola perilaku manusia sebagai makhluk sosial dalam interaksinya dengan sesamanya.
Etika individual dan etika sosial tidak dapat dipisahkan. Karena kewajiban seseorang terhadap dirinya berkaitan langsung dan dalam banyak hal mempengaruhi pula kewajibannya dengan orang lain, dan demikian pula sebaliknya. Etika sosial menyangkut hungan manusia dengan manusia lain.
Dengan demikian luasnya lingkup dari etika sosial, maka etika sosial ini terbagi atau terpecah menjadi banyak bagian/bidang. Dan pembahasan bidang yang paling aktual saat ini adalah mengenai:
a.       Sikap terhadap sesama
b.      Etika keluarga
c.       Etika profesi
d.      Etika politik
e.       Etika lingkungan
f.       Etika ideology

C.       Etika Lingkungan Hidup, menjelaskan hubungan antara manusia dengan lingkungan sekitarnya dan juga hubungan antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya yang secara langsung maupun tidak langsung berdampak pada lingkungan hidup secara keseluruhan.
Teori Etika
a. Etika teleologi
Etika teleologi yaitu etika yang mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang hendak dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibatnya yang ditimbulkan atas tindakan yang dilakukan. Suatu tindakan dinilai baik, jika bertujuan mencapai sesuatu yang baik,atau akibat yang ditimbulkannya baik dan bermanfaat. Misalnya : mencuri sebagai etika teleology tidak dinilai baik atau buruk. berdasarkan tindakan itu sendiri, melainkan oleh tujuan dan akibat dari tindakan itu. Jika tujuannya baik, maka tindakan itu dinilai baik. Contoh seorang anak mencuri untuk membiayai berobat ibunya yang sedang sakit, tindakan ini baik untuk moral kemanusian tetapi dari aspek hukum jelas tindakan ini melanggar hukum. Sehingga etika teologi lebih bersifat situasional, karena tujuan dan akibatnya suatu tindakan bisa sangat bergantung pada situasi khusus tertentu. Karena itu setiap norma dan kewajiban moral tidak bisa berlaku begitu saja dalam situasi sebagaimana dimaksudkan.
Filosofinya:
•                     Egoism
Perilaku yang dapat diterima tergantung pada konsekuensinya. Inti pandangan egoisme adalah bahwa tindakan dari setiap orang pada dasarnya bertujuan untuk mengejar pribadi dan memajukan dirinya sendiri. Satu-satunya tujuan tindakan moral setiap orang adalah mengejar kepentingan pribadi dan memajukan dirinya.Egoisme ini baru menjadi persoalan serius ketika ia cenderung menjadihedonistis, yaitu ketika kebahagiaan dan kepentingan pribadi diterjemahkan semata-mata sebagai kenikmatan fisik yg bersifat vulgar. Memaksimalkan kepentingan kita terkait erat dengan akibat yang kita terima.
•                     Utilitarianism
Semakin tinggi kegunaannya maka semakin tinggi nilainya. Berasal dari bahasa latin utilis yang berarti “bermanfaat”. Menurut teori ini suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, tapi manfaat itu harus menyangkut bukan saja satu dua orang melainkan masyarakat sebagai keseluruhan. Dalam rangka pemikiran utilitarianisme, kriteria untuk menentukan baik buruknya suatu perbuatan adalah “the greatest happiness of the greatest number”, kebahagiaan terbesar dari jumlah orang yang terbesar.           
b. Teori Deontologi
Teori Deontologi yaitu : berasal dari bahasa Yunani , “Deon“ berarti tugas dan “logos” berarti pengetahhuan. Sehingga Etika Deontologi menekankan kewajiban manusia untuk bertindak secara baik. Suatu tindakan itu baik bukan dinilai dan dibenarkan berdasarkan akibatnya atau tujuan baik dari tindakanyang dilakukan, melainkan berdasarkan tindakan itu sendiri sebagai baik pada diri sendiri. Dengan kata lainnya, bahwa tindakan itu bernilai moral karena tindakan itu dilaksanakan terlepas dari tujuan atau akibat dari tindkan itu. Contoh : jika seseorang diberi tugas dan melaksanakanny sesuai dengan tugas maka itu dianggap benar, sedang dikatakan salah jika tidak melaksanakan tugas.
Etika Bisnis Yang Baik
Menurut Richard De George, bila perusahaan ingin sukses/berhasil memerlukan 3 hal pokok yaitu :
1.    Produk yang baik
2.    Managemen yang baik
3.    Memiliki Etika
Tiga aspek pokok dari bisnis yaitu : dari sudut pandang ekonomi, hukum dan etika.
1.     Sudut pandang ekonomis.
Bisnis adalah kegiatan ekonomis. Yang terjadi disini adalah adanya interaksi antara produsen/perusahaan dengan pekerja, produsen dengan konsumen, produsen dengan produsen dalam sebuah organisasi. Kegiatan antar manusia ini adalah bertujuan untuk mencari untung oleh karena itu menjadi kegiatan ekonomis. Pencarian keuntungan dalam bisnis tidak bersifat sepihak, tetapi dilakukan melalui interaksi yang melibatkan berbagai pihak.
Dari sudut pandang ekonomis, good business adalah bisnis yang bukan saja menguntungkan, tetapi juga bisnis yang berkualitas etis.
1.    Sudut pandang moral.
Dalam bisnis, berorientasi pada profit, adalah sangat wajar, akan tetapi jangan keuntungan yang diperoleh tersebut justru merugikan pihak lain. Tidak semua yang bisa kita lakukan boleh1 dilakukan juga. Kita harus menghormati kepentingan dan hak orang lain. Pantas diperhatikan, bahwa dengan itu kita sendiri tidak dirugikan, karena menghormati kepentingan dan hak orang lain itu juga perlu dilakukan demi kepentingan bisnis kita sendiri.
1.     Sudut pandang Hukum
Bisa dipastikan bahwa kegiatan bisnis juga terikat dengan “Hukum” Hukum Dagang atau Hukum Bisnis, yang merupakan cabang penting dari ilmu hukum modern. Dan dalam praktek hukum banyak masalah timbul dalam hubungan bisnis, pada taraf nasional maupun international. Seperti etika, hukum juga merupakan sudut pandang normatif, karena menetapkan apa yang harus dilakukan atau tidak boleh dilakukan. Dari segi norma, hukum lebih jelas dan pasti daripada etika, karena peraturan hukum dituliskan hitam atas putih dan ada sanksi tertentu bila terjadi pelanggaran. Bahkan pada zaman kekaisaran Roma, ada pepatah terkenal : “Quid leges sine moribus” yang artinya : “apa artinya undang-undang kalau tidak disertai moralitas “.

 http://reynardsimanjuntak.blogspot.com/2012/10/macam-macam-etika-bisnis.html

Prinsip Etika Bisnis

PRINSIP - PRINSIP ETIKA BISNIS
Etika bisnis memiliki prinsip-prinsip yang harus ditempuh perusahaan oleh perusahaan untuk mencapai tujuannya dan harus dijadikan pedoman agar memiliki standar baku yang mencegah timbulnya ketimpangan dalam memandang etika moral sebagai standar kerja atau operasi perusahaan. Muslich (1998: 31-33) mengemukakan prinsip-prinsip etika bisnis sebagai berikut:

Prinsip otonomi
Prinsip otonomi adalah sikap dan kemampuan manusia untuk mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan kesadarannya tentang apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan. Atau mengandung arti bahwa perusahaan secara bebas memiliki wewenang sesuai dengan bidang yang dilakukan dan pelaksanaannya dengan visi dan misi yang dimilikinya. Kebijakan yang diambil perusahaan harus diarahkan untuk pengembangan visi dan misi perusahaan yang berorientasi pada kemakmuran dan kesejahteraan karyawan dan komunitasnya.

Prinsip kejujuran
Kejujuran merupakan nilai yang paling mendasar dalam mendukung keberhasilan perusahaan. Kejujuran harus diarahkan pada semua pihak, baik internal maupun eksternal perusahaan. Jika prinsip kejujuran ini dapat dipegang teguh oleh perusahaan, maka akan dapat meningkatkan kepercayaan dari lingkungan perusahaan tersebut.Terdapat tiga lingkup kegiatan bisnis yang bisa ditunjukkan secara jelas bahwa bisnis tidak akan bisa bertahan lama dan berhasil kalau tidak didasarkan atas kejujuran. Pertama, jujur dalam pemenuhan syarat-syarat perjanjian dan kontrak. Kedua, kejujuran dalam penawaran barang atau jasa dengan mutu dan harga yang sebanding. Ketiga, jujur dalam hubungan kerja intern dalam suatu perusahaan.

Prinsip tidak berniat jahat
Prinsip ini ada hubungan erat dengan prinsip kejujuran. Penerapan prinsip kejujuran yang ketat akan mampu meredam niat jahat perusahaan itu.

Prinsip keadilanPerusahaan harus bersikap adil kepada pihak-pihak yang terkait dengan sistem bisnis. Contohnya, upah yang adil kepada karywan sesuai kontribusinya, pelayanan yang sama kepada konsumen, dan lain-lain,menuntut agar setiap orang diperlakukan secara sama sesuai dengan aturan yang adil dan sesuai kriteria yang rasional obyektif, serta dapat dipertanggung jawabkan.

Prinsip hormat pada diri sendiri
Perlunya menjaga citra baik perusahaan tersebut melalui prinsip kejujuran, tidak berniat jahat dan prinsip keadilan.

 http://dianavia.blogspot.com/2011/10/prinsip-prinsip-etika-bisnis.html

Pengertian Etika Bisnis

Etika bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis. Etika bisnis merupakan studi standar formal dan bagaimana standar itu diterapkan ke dalam system dan organisasi yang digunakan masyarakat modern untuk memproduksi dan mendistribusikan barang dan jasa dan diterapkan kepada orang-orang yang ada di dalam organisasi.

 http://zonegirl.wordpress.com/2011/10/03/pengertian-etika-bisnis-beserta-contoh-nya/

Kamis, 19 Juli 2012

Resensi Novel

Judul buku      : Saving Francesca Tolong Aku Dong!
Pengarang      : Melina Marchetta
Penerbit         : PT Gramedia Pustaka Utama
Terbit             : 2006
Isi                  : 304 halaman
Harga buku    : Rp 38.000,-

SINOPSIS
Francesca Spinelli pusing berat karena ibunya tiba-tiba depresi, kehilangan semangat hidup, dan hampir tidak mau turun dari tempat tidur. Keluarganya terancam berantakan, apalagi ayahnya sepertinya pasif dan menganggap sepele masalah itu. satu-satunya hiburan bagi Francesca adalah Will Trombal, cowok keren yang ia taksir, tapi ia malah makin sedih saat mengetahui ternyata Will sudah punya pacar.
Francesca jadi galau dan kesepian. apalagi ia merasa tidak cocok dengan teman-teman di sekolah barunya. teman-teman lamanya yang keren dan selalu dapat ia andalkan, sekarang semakin menjauh. ia sulit bergaul dan merasa terkucil. semuanya membuat Francesca tidak tahan lagi. siapakah yang dapat menolongnya?

Kamis, 26 April 2012

Analisis Jurnal

Analisis Jurnal sesuai dengan petunjuk penulisan naskah :

AKSES PEKERJA PEREMPUAN BANTUL DALAM PEMULIHAN EKONOMI PASCA BENCANA 

Eko Hartanto
Fakultas Ekonomi
Universitas Gunadarma

* Judul
   Didalam petunjuk penulisan naskah, nama penulis harus mencantumkan alamat penulis lengkap dengan emailnya sedangkan di dalam jurnal ini tidak terdapat alamat email penulis.

* Abstrak
   Didalam abstrak sudah memuat tujuan, metode penelitian, dan hasil kata kunci yang digunakannya pun tidak lebih dari 5 kata. Dapat dikatakan abstrak dalam penulisan ini sudah sesuai dengan petunjuk penulisan naskah.

* Pendahuluan
   Pendahuluan dalam penulisan ini sudah sesuai dengan petunjuk penulisan naskah.

* Tinjauan Pustaka
   Dalam menuliskan kutipan, penulis sudah konsisten namun proporsi dari penjelasan kutipan terlalu banyak dan panjang. Contohnya : “Penelitian Sajida dan Sabir Alvi (2002) memfokuskan pada pengembangan karier perempuan Indonesia terutama perempuan yang telah memperoleh kesuksesan dalam kariernya. Penelitiannya dilakukan melalui interview yang mendalam terhadap sekelas orang perempuan Indonesia yang dinilai berhasil dalam membangun karir mereka mencapai puncak karirnya. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan seseorang dalam membangun karirnya dapat dipengaruhi oleh berbagai macam faktor; antara lain faktor mikrosistem yang meliputi keluarga, rumah, sekolah, proses sosialisasi dan sistem nilai dan kepercayaan. Dari penuturan para perempuan tersebut nampak bahwa pengaruh lingkungan pendidikan dan pengalaman mereka pada masa kanak-kanak termasuk dalam hal ini adalah contoh nyata dari orang tua dan keluarga serta kelas sosial keluarga sangat besar andilnya terhadap keberhasilan mereka meraih puncak karir. Para perempuan yang berhasil dalam karirnya ditemukan memiliki cara-cara yang kreatif untuk memadukan beberapa peran yang mereka emban : peran sebagai perempuan, sebagai profesional, sebagai istri, dan juga sebagai ibu bagi anak-anak mereka. Seperti umumnya perempuan Indonesia, mereka juga memiliki komitmen yang kuat terhadap kebahagiaan dan kesejahteraan keluarga.”

* Metode Penelitian
   Dalam metode penelitian, pengukuran konsep, metode pemilihan sampel dan pengumpulan data penelitian sudah cukup jelas. Namun, teknik analisis belum dapat menggambarkan secara rinci mengenai teknik penelitian.

* Hasil dan Pembahasan
   Hasil dan pembahasan dalam penelitian ini hanya memuat sekitar 20% dari proporsi penulisan yang seharusnya paling tidak 50% dari penulisan. Dalam proporsi penulisan ini, lebih banyak memuat tinjauan pustaka. Selain itu, pembuatan tabel terlalu banyak memakai garis sehingga terlihat 'boros'.

* Kesimpulan dan Saran
   Dalam kesimpulan, sudah memuat jawaban dari tujuan penelitian. Hasil penelitian dipaparkan secara ringkas dan jelas seperti “Pekerja perempuan dalam penelitian ini telah mempunyai akses yang besar untuk meningkatkan posisi pekerjaannya yaitu 53% lebih sudah mempunyai usaha sendiri yang berawal dari keahliannya sebagai pengrajin dengan keuletan mengembangkan kemampuan diri hingga berhasil membangun usaha kerajinan sendiri”. Dalam saran yang disampaikan sudah cukup baik dengan memotivasi pembaca untuk melakukan penelitian didaerah lain yang tertimpa musibah bencana alam.

* Daftar Pustaka
   Daftar pustaka sudah disusun berdasarkan alphabetic namun ada beberapa yang tidak sesuai urutan penulisan naskah seperti “Wijaya, Krisna, 2007, Ekonomika Banjir, Kompas, selasa, 6 Februari 2007 : 21 “


Kelompok Diskusi Kelas 3EA01
Nama : Husen
            Novie Ayu Anggraeni
            Silvi Oktavia Wahyuni
            Wiyana Nurulita

Senin, 26 Maret 2012

paragraf induktif

Indonesia merupakan Negara yang kaya akan budaya . Contohnya di pulau Sumatra yang terdiri dari suku batak, suku minang , suku aceh, suku melayu dan lain-lain yang masing-masing memiliki kebudayaan yang berbeda-beda. Bukan hanya dipulau Sumatra saja, bahkan di pulau Jawa, Kalimantan, dan juga pulau-pulau lainnya juga terdapat macam-macam suku dengan kebudayaannya.

Selain kaya akan budaya , Indonesia juga memiliki lahan pertanian yang subur yang banyak menghasikkan rempah-rempah , bahan pangan , bahkan juga buah-buahan. Dari segi barang tambang , Indonesia juga sangat potensial, terbukti Indonesia salah satu Negara di Asia yang meng ekspor minyak bumi, batu bara, dan barang tambang lainnya. Maka tidak salah kalau dikatakan Indonesia adalah Negara yang kaya.

Sabtu, 17 Maret 2012

paragraf deduktif

SURABI BANDUNG

Surabi atau serabi adalah makanan khas orang Sunda yang bentuknya menyerupai pancake, hanya saja surabi terbuat dari tepung beras sedangkan pancake terbuat dari tepung terigu. Surabi dimasak dengan cara dibakar diatas tungku dan cetakan khusus yang terbuat dari tanah liat. Rasa surabi yang paling khas bagi orang Sunda adalah surabi oncom. Namun dengan semakin berkembangnya jaman, kini rasa surabi makin beragam. Ada yang rasa telor, coklat, keju, dan berbagai rasa buah yang manis maupun asam segar. Bahkan sekarang ada pula surabi rasa pedas. Biasanya surabi modern jaman sekarang itu lebih disukai oleh anak muda. Dan surabi dengan berbagai rasa ini biasa disebut dengan bahasa modernnya adalah “topping”.


Surabi juga ada yg disebut dengan surabi kuah . Surabi ini disajikan dengan saus gula merah. Sausnya itu terbuat dari campuran gula merah dan sedikit santan. Tekstur pada surabinya juga lebih lembut dibanding surabi yang memakai topping. Karena surabinya terbuat dari campuran tepung terigu dan sedikit tepung beras. Cara memasaknya juga sama. Hanya cara penyajiannya saja yang sedikit berbeda.



sumber :
http://bdgyes.com/index.php?option=com_content&view=article&id=144:surabi&catid=85:makanankhasbandung&Itemid=155
bandunginstyle.blogspot.com
kacangbandung.blogspot.com